Trump Akan Meluncurkan Bantuan $12 Miliar untuk Menyelamatkan Petani Amerika

Petani memanen kedelai di sebuah ladang di Rippey, Iowa pada Oktober 2019. Foto: AFP

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 8 Desember resmi mengumumkan paket bantuan senilai $12 miliar yang ditujukan untuk mendukung para petani yang terkena dampak dari kebijakan perdagangan pemerintahannya. Pengumuman penting ini disampaikan langsung di Gedung Putih dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Sekretaris Pertanian Brooke Rollins, anggota Kongres, serta perwakilan petani dari berbagai sektor seperti jagung, kapas, gandum, kedelai, kentang, hingga peternakan.

Trump menegaskan bahwa paket bantuan tersebut akan memberikan “stabilitas yang sangat dibutuhkan” oleh petani agar mereka tetap mampu menjaga pasokan dan menekan harga pangan bagi masyarakat Amerika.

Bantuan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat dukungan dari kelompok pemilih loyal Trump khususnya para petani yang meskipun sempat mengalami kerugian miliaran dolar akibat ketegangan dagang dengan China, masih memberikan dukungan politik kepada dirinya.

Banyak petani serta legislator dari negara bagian agraris sebelumnya telah mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan pembelian benih, pupuk, dan kebutuhan produksi lainnya untuk musim tanam mendatang.

Detail Pembagian Dana Bantuan

Menurut Sekretaris Pertanian Brooke Rollins, sekitar $11 miliar dari total dana tersebut akan dicairkan paling lambat pada 28 Februari, sementara sisanya akan didistribusikan kemudian.

Menteri Keuangan Scott Bessent menambahkan bahwa pembayaran ini berfungsi sebagai “likuiditas jembatan,” yaitu dukungan sementara bagi para petani sambil menunggu hasil dari kebijakan perdagangan Trump menunjukkan manfaat jangka panjang. Ia menegaskan bahwa dana bantuan tersebut juga ditopang oleh pendapatan bea masuk.

Tidak semua pihak setuju dengan langkah tersebut. Senator Demokrat Amy Klobuchar, anggota Komite Pertanian, mengkritik bahwa justru kebijakan perdagangan Trump-lah yang membuat petani menderita kerugian besar. Ia menilai solusi paling tepat adalah “mengakhiri tarif impor,” bukan menambal kerugian dengan bantuan sementara.

Sebelumnya, pemerintah AS sebenarnya diperkirakan akan meluncurkan paket dukungan senilai $15 miliar pada Oktober lalu, namun rencana itu tertunda akibat penutupan pemerintahan selama 43 hari.

Tantangan yang Dihadapi Petani AS

Tahun ini menjadi masa yang berat bagi petani Amerika. Biaya operasional meningkat tajam akibat naiknya harga pupuk dan benih. Menurut American Soybean Association, petani kedelai bahkan diperkirakan mengalami kerugian untuk tahun ketiga berturut-turut.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump juga mengatakan akan memberikan dukungan tambahan, termasuk melonggarkan sejumlah regulasi lingkungan pada peralatan pertanian demi menurunkan harga mesin dan alat produksi. Ia menambahkan bahwa dirinya telah meminta Presiden China, Xi Jinping, untuk kembali meningkatkan pembelian kedelai dari AS.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump telah menyalurkan lebih dari $23 miliar bantuan kepada petani yang terdampak perang dagang. Tahun ini saja, kelompok petani diperkirakan menerima sekitar $40 miliar.

Dengan peluncuran paket bantuan terbaru ini, pemerintah berharap dapat memberikan ruang bernapas bagi petani sekaligus menjaga stabilitas sektor agrikultur di tengah persaingan dagang global yang masih berlanjut.