Hampir 190 Juta Warga Amerika Diprediksi Berburu Diskon di Black Friday 2025

Black Friday 2025

Musim belanja akhir tahun di Amerika Serikat kembali memecahkan rekor. Menurut Asosiasi Retail Nasional (NRF), sekitar 186,9 juta orang diperkirakan akan berbelanja selama periode panjang Black Friday 2025 mulai dari Thanksgiving pada Kamis, Black Friday, hingga Cyber Monday. Angka ini mencatat kenaikan dibanding tahun 2024 yang mencapai 183,4 juta pembeli.

Black Friday dan Cyber Monday selama ini dikenal sebagai momen paling penting bagi industri retail AS, karena bisa menyumbang hingga 30% pendapatan tahunan sejumlah brand besar. Tidak mengherankan jika berbagai toko ritel meluncurkan program diskon lebih awal dan lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Diskon Dimulai Lebih Awal oleh Retailer Besar

Tahun ini, para retailer raksasa mengambil langkah cepat untuk memancing pembeli:

  • Walmart memulai gelombang diskon sejak pertengahan November dan berlangsung hingga 1 Desember dalam tiga fase.

  • Amazon meluncurkan program Black Friday bahkan seminggu sebelum tanggal puncaknya.

  • Macy’s membuka early-access portal untuk pelanggan setia agar bisa berbelanja sebelum publik umum.

Strategi ini bertujuan mengurai lonjakan pengunjung dan memaksimalkan transaksi sejak awal bulan.

Belanja Ramai, Tapi Pengeluaran Diperkirakan Menurun

Meskipun jumlah pembeli meningkat, total belanja konsumen diprediksi melambat dalam dua bulan terakhir tahun 2025. NRF memperkirakan total belanja akhir tahun mencapai sekitar USD 1 triliun, naik 4% dari tahun sebelumnya lebih rendah dibanding pertumbuhan 4,8% pada 2024.

Kenaikan harga kebutuhan, premi asuransi, serta tren konsumen yang lebih selektif membuat belanja tahun ini terasa “lebih hati-hati”.

Sejumlah konsumen menuturkan:

  • Kate Sanner (33 tahun) tahun lalu menghabiskan USD 500 untuk hadiah, tahun ini ia hanya menargetkan USD 300.

  • Liz Sweeney dari Idaho mengurangi budget belanja dari USD 2.000 menjadi USD 750 dan fokus membeli barang-barang kecil seperti sepatu, buku, dan peralatan dapur.

Psikologi Konsumen Melemah, Namun Keuangan Masih Stabil

Menurut kepala ekonom NRF, Mark Mathews, perilaku konsumen terlihat lebih berhati-hati. Namun kondisi finansial rumah tangga secara umum masih kuat.

Data Bank of America menunjukkan bahwa tabungan rumah tangga di tahun 2025 masih lebih tinggi dibanding periode pra-pandemi 2019.

Meski demikian, mayoritas konsumen menunda pembelian hingga akhir pekan Thanksgiving:

  • 67% responden dari 8.400 orang mengaku akan menunggu promo Black Friday.

  • Angka ini meningkat dari 59% di tahun 2024.

Promosi Tidak “Segila” Tahun-Tahun Lalu

Para analis harga menyebut bahwa iklim diskon tahun ini terasa lebih tenang dan tidak seagresif tahun sebelumnya.

Secara umum:

  • Banyak produk dijual dengan harga normal meskipun Black Friday sudah dekat.

  • Item dapur kecil yang dulu bisa dijual seharga USD 5 kini jarang ditemui.

  • Kohl’s menjual peralatan dapur seperti toaster dan blender seharga USD 9,99—namun tanpa rebate seperti tahun-tahun sebelumnya.

Walmart Tetap “Gaspol” dengan Diskon Besar

Meski banyak retailer menahan promosi besar, Walmart menjadi pengecualian dengan diskon signifikan, seperti:

  • TCL Roku TV 85 inci: turun 30% menjadi USD 498

  • Pemanggang Blackstone Outdoor Grill: turun menjadi USD 157

Barang-barang elektronik dan furnitur outdoor masih menjadi primadona belanja Black Friday tahun ini.